Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jajaran Bukan Dewa


Menjadi jajaran di pimpinan komisariat memang tidak pernah mudah, halangan dan rintangan nampak begitu berat. Persoalan seperti sedikitnya kader, kader banyak namun susah digerakkan, lemahnya moril jajaran hingga konflik yang terjadi, baik antara jajaran maupun antara kader dengan jajaran.

Di tengah kesulitan yang tak henti silih berganti, pimpinan terus saja dituntut untuk sempurna di hadapan kader-kader rekrutan baru. Tekanan dari bawah dan dari atas, dari kader yang menuntut hingga alumni yang berekspektasi.

Saya memahami semua kelelahan rekan-rekan pimpinan yang lainnya, terutama rekan-rekan yang menjadi motor penggerak bagi komisariat masing-masing. Saya tahu ini semua tidak mudah dan saya juga turut merasakan betapa beratnya amanah menjadi pimpinan komisariat.

Teringat kata-kata Gie, "Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau." Bagaimana kalau kita pelesetkan sedikit kata-katanya, "Jajaran yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Jajaran bukan Dewa yang selalu benar. Dan kader bukan kerbau."

Jajaran tidak perlu takut untuk dikritik, karena itu adalah konsekuensi saat  menerima amanah sebagai jajaran pimpinan. Memang pada faktanya jajaran amat sangat mungkin berbuat salah dan harus dikritik.

Pun juga dengan kader, ia bukan kerbau yang harus taat dan patuh kepada jajaran. Mereka boleh beraspirasi, boleh juga menuntut dan mengkritik, tapi perlu diingat yang sedang mereka kritik dan sedang mereka tuntut itu juga manusia. Manusia punya hati dan perasaan, juga punya berbagai persoalan pribadi yang bisa jadi tidak kita ketahui.

Jangan sampai terjadi suatu kondisi di mana kader cuma maunya menuntut dan mengkritik, dan jajaran yang hanya suka instruksi tapi tak mau dikritik.

Sikap saling support dan saling mengapresiasi itu penting dalam relasi antara kader dengan jajaran. Relasi yang sangat manusiawi bagi saya. Sikap mau menangnya sendiri hanya akan merusak kekeluargaan yang harusnya menjadi nilai penting dalam suatu perkaderan.

Author: Fadhlur Rohman

(Ketua Umum PK IMM Al-Farabi 2020-2021)

Editor: M Rizki