Gelar Book Party, PK IMM Al-Farabi Ajak Kader Kembali Akrab dengan Buku
![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
IMM UINSA (18/5/2026)—Pimpinan Komisariat IMM Al-Farabi gelar "Book Party" demi hidupkan kembali budaya intelektual di kalangan para kader. Melalui Bidang Riset, Pengembangan, dan Keilmuan (RPK), mereka menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Book Party” di area depan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (12/05) malam.
Kegiatan ini juga diselenggarakan bertujuan untuk mengajak para kader untuk kembali akrab dengan buku di tengah hiruk-pikuk kesibukan mahasiswa.
Malam itu, anak-anak IMM Al-Farabi duduk melingkar sambil memegang buku yang sedang mereka baca, atau buku yang memang disediakan oleh IMM Al-Farabi. Suasana “Book Party” ini sengaja dibuat santai di tempat terbuka supaya mereka bisa saling bertukar informasi atau hanya sekedar bertukar pendapat tentang isi buku yang sudah mereka baca.
Ketua Bidang RPK IMM Al-Farabi, Naufal, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari keresahannya melihat gaya komunikasi mahasiswa saat ini. Ia menilai budaya membaca sudah luntur, bahkan di kalangan kader organisasi sendiri.
"Indikatornya simpel, kita seperti sudah tidak terbiasa lagi membaca buku," ujar Naufal.
"Buktinya, saat kita sedang mengobrol santai baik membahas tentang IMM, kuliah, atau hal di luar itu kita jarang sekali menyenggol ranah ilmu, teori, atau sekadar bilang 'aku pernah baca di buku ini...'. Dari situ saya merasa budaya membaca hilang, bahkan saat kita sedang sendiri," sambungnya.
Menurut Naufal, kondisi tersebut sangat tidak sebanding dengan banyaknya tuntutan tugas kuliah seperti menyusun makalah, ditambah lagi dengan adanya dorongan untuk aktif menulis dari internal IMM sendiri.
"Asupan bacaan kita sangat minim, padahal tuntutan untuk menulis terus berjalan. Makanya, saya kira ini jadi perlu, seenggaknya kalau kita baca buku itu ada temannya," terangnya.
Meskipun fokus utama kegiatan ini adalah untuk membangun kultur internal di IMM Al-Farabi, penyelenggara mengaku sangat terbuka jika ada pihak luar atau mahasiswa eksternal yang ingin bergabung.
"Kalau kultur ini bisa menyebar keluar komisariat, tentu kami sangat bersyukur," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum IMM Al-Farabi memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, Book Party adalah bentuk perlawanan terhadap dampak negatif kemajuan zaman yang kian menggerus minat baca.
“Saya pikir ini adalah bentuk keresahan terhadap kemajuan zaman. Budaya literasi teman-teman semakin menurun, maka diharapkan lewat agenda ini, teman-teman bisa menemukan kembali budaya literasi yang sempat termakan zaman,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa ke depannya, konsep Book Party ini harus terus berkembang agar tetap relevan. “Konsepnya harus dibuat lebih menarik lagi agar antusiasme dan semangat teman-teman dalam berliterasi tetap terjaga dan terus meningkat,” pungkasnya.
Melalui agenda ini, IMM Al-Farabi berharap para kader bisa terbiasa kembali membaca buku dan saling berbagi pengetahuan di sela-sela diskusi santai. Dengan begitu, setiap diskusi kecil mahasiswa ke depannya bisa lebih berbobot karena memiliki referensi yang jelas seperti teori atau kutipan buku sesuai dengan apa yang menjadi keresahan Naufal selaku Ketua Bidang RPK.
Editor: Iskandar Dzulkarnain
