Merajut Regenerasi: Koorkom IMM UINSA Sukser Adakan DAD Bersama
![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
Penulis: Nasywa Athirah Nathania Zahra (Ketua Bidang RPK PK IMM Al-Kindi)
IMM UINSA (13/5/2026)—Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UIN Sunan Ampel Surabaya suskes gelar Darul Arqam Dasar Bersama. Kegiatan DAD ini dilakasanakan selama tiga hari pada Jumat – Ahad, 8 – 10 Mei 2026 di SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Kegiatan ini sebagai upaya meminimalkan para kader baru yang belum melaksanakan DAD di komisariat masing-masing.
Ketua pelaksana Kurniawan Sugiarto, menjelaskan penyelenggaraan DAD Bersama bertujuan untuk meminimalkan jumlah kader yang terlibat dalam kepengurusan namun belum mengikuti proses DAD. Menurutnya, DAD memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman ideologi sebagai bekal bagi kader sebelum terlibat dalam kepengurusan.
“Kami sangat meminimalisir kader yang naik pimpinan dengan posisi dia belum mengikuti DAD, ya seperti itu kan tidak diperbolehkan. Harapannya, dalam satu komisariat anggaplah ada sepuluh kader yang akan dilantik, seminim mungkin ada satu kader saja yang memang belum mengikuti DAD. Dengan itu, dia masih ada waktu sekitar satu tahun sebelum pergantian jajaran untuk ber-DAD,” jelasnya.
Pelaksanaan DAD Bersama juga menjadi wadah bagi kader-kader yang belum berkesempatan mengikuti DAD di komisariat masing-masing. Meskipun setiap komisariat telah mengadakan DAD secara mandiri, akan tetapi masih terdapat beberapa kader yang belum mengikutinya karena berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu.
Selain sebagai ruang kaderisasi, kegiatan ini mempererat solidaritas antarkader dari berbagai komisariat. Para peserta juga didorong untuk terus berkembang, mampu mengimplementasikan nilai-nilai ke-IMM-annya, sehingga kader mampu melanjutkan proses kaderisasi secara berkelanjutan dan membawa semangat juang IMM dalam berbagai ruang kehidupan.
Ketua Umum Koorkom IMM UINSA, Nirzam Fahrur Irgy Al Hafidz, menyampaikan harapannya agar seluruh kader mampu mengimplementasikan nilai-nilai ideologi di komisariat masing-masing. Menurutnya, kader IMM tidak hanya dituntut aktif dalam berorganisasi, tetapi juga harus mampu menjadi mahasiswa yang kritis, berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Untuk harapannya peserta yang sudah DAD mampu memberikan kontribusi yang aktif di setiap komisariatnya masing-masing, karena kita tau bahwa momentum DAD juga bagian dari internalisasi dan mengenal IMM lebih jauh. Dan untuk aktualisasinya nanti sesuai dengan disiplin ilmu dan arag gerak komisariatnya masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Iskandar Dzulkarnain
