Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komisariat Al-Farabi Perkuat Literasi Politik Melalui Kajian Isu Board of Peace

 

Dokumen Pribadi

Penulis: Abdullah Alif Dzulqarnain (Kader PK IMM Al-Farabi)


IMM UINSA (24/2/2026)—Komisariat Al-Farabi kembali adakan kegiatan KPK (Kajian Politik Komisariat) pada Rabu, 11 Februari 2026 di aula Masjid Al-Ikhlas, Wonocolo.  Pada KPK kali ini mengundang Ghina Ruqayatul Malihah sebagai pemateri dengan tema "Meninjau Reaksi Ormas Islam Atas Bergabungnya Indonesia ke BoP: Wujud Asli Mending Minta Maaf daripada Minta Izin?".

Dalam pemaparannya, Ghina berpendapat bahwa keputusan bergabung ke dalam BoP (Board of Peace) akan berdampak pada sikap politik luar negeri bebas aktif negara. Selain itu, keputusan tersebut juga menimbulkan pertanyaan legitimasi moral dan kompromi politik luar negeri Indonesia.

Dalam sesi wawancara, Wildan, selaku ketua umum Komisariat Al-Farabi, menilai kajian tersebut membuka persoalan inkonsistensi sikap Indonesia terhadap Palestina. “Hal paling menarik adalah indikasi ketidakkonsistenan Indonesia dalam mengawal kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Terkait isu BoP, ia mengkritisi langkah pemerintah. “Bergabungnya Indonesia ke BoP menunjukkan ketidakkompetenan pemerintah dan berpotensi bertentangan dengan amanat UUD 1945. Indonesia seharusnya memperkuat kembali identitas politik luar negeri yaitu non-blok,” katanya.

Di sisi lain, salah satu kader, Aisyah mengaku kajian tersebut memperluas sudut pandangnya. “Penyampaian materi membuka pola pikir saya dan mendorong untuk melihat suatu isu bukan hanya dari permukaan, melainkan dari berbagai sisi kemanusiaan, perdamaian, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ketidaksetujuannya apabila forum perdamaian tidak melibatkan Palestina secara setara. “Perdamaian harus melibatkan semua pihak yang terdampak. Indonesia perlu berhati-hati dan tetap berpegang pada prinsip keadilan serta dukungan terhadap hak-hak kemansiaan yang seimbang,” tegasnya.

Di akhir, melalui KPK, Komisariat Al-Farabi berharap dapat meningkatkan literasi politik para kader, serta dapat memahaminya secara kritis dan seimbang.


Editor: Iskandar Dzulkarnain

 

 

 

 

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA