Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gelar “Kufur dan Maksiat”, IMM KUF Perkuat Kebersamaan Melalui Olahraga

 


Dokumentasi Pribadi

Penulis : Fatin Azmi Fauziyah ( Kader PK IMM Ushuluddin dan Filsafat)


IMM UINSA (6/4/2026)—Bidang kader Komisariat Ushuluddin dan Filsafat kembali mengadakan agenda Kufur (KUF Uji Raga) dan Maksiat (Makan-makan Komisariat) pada Senin, 6 April 2026 di Lapangan Fabel Sport Center, Surabaya sebagai upaya untuk menyegarkan kembali kondisi fisik sekaligus mempererat kebersamaan antara kader dan jajaran.

Nibrasulhaq, selaku anggota Bidang Kader PK IMM Ushuluddin dan Filsafat menjelaskan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk pendekatan dengan kader sekaligus untuk mengetahui minat dan arah mereka dalam Komisariat Ushuluddin dan Filsafat.

“Setelah ngadain acara ini, biar lebih dekat lagi, lebih terarah ke tujuan Ushuluddin, dan lebih terlihat minat kader seperti apa,“ ungkapnya.

Kegiatan ini diusung dengan konsep santai dan kebersamaan untuk menghadirkan suasana berbeda dari kegiatan formal yang biasa dilakukan dalam ruang kajian. Istilah ‘Kufur dan Maksiat’ sendiri merupakan sebuah akronim yang dibuat untuk memberikan kesan yang lebih kasual dan tidak terlalu formal untuk menarik keinginan kader dan mengikuti kegiatan tersebut.

“Kita mengambil nama Kufur, biar gak terlalu formal. Karena banyak sekali nama formal yang dianggap terlalu kaku. Jadi kita membawa nama Kufur,“ ujar Salman Al-Farisi, anggota Bidang Kader PK IMM Ushuluddin dan Filsafat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan olahraga bersama, seperti futsal dan badminton yang diikuti seluruh kader dan jajaran yang hadir. Setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama di Pondok Kader Koorkom IMM UINSA sebagai bentuk penguatan silaturahmi.

Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari salah satu kader PK IMM Ushuluddin dan Filsafat, Mukhammad Ahlul Firdaus, yang melihat bahwa kegiatan ini mampu menjaga solidaritas dan menguatkan tali persaudaraan antar kader dan jajaran.

“Kegiatan seperti ini adalah alat komunikasi yang sangat ampuh untuk mencairkan kekakuan antara kader dan jajaran pengurus, juga meruntuhkan sekat formalitas,“ tutur Ahlul.

Ia juga menilai seberapa penting untuk mengadakan kegiatan seperti ini di tengah kesibukan kuliah sebagai bentuk healing yang menginvestasi.

“Sebagai kita mahasiswa yang sering dengan adanya tugas, organisasi, dan lainnya, kegiatan ini bukan sekadar buang-buang waktu aja, tapi ini sebuah investasi,“ imbuhnya lagi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lebih memperkuat kedekatan antara jajaran dan kader PK IMM Ushuluddin dan Filsafat.

“Harapannya setelah kegiatan ini, jajaran sama kader itu lebih dekat lagi. Tidak hanya di acara komisariat saja, namun juga dalam kegiatan lainnya,“ tutup Nibras.


Editor : Ahmad Muharrik Albirra


Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA