Prof. Ma’mun Murod Tekankan Kaderisasi sebagai Kunci Arah Gerakan IMM
![]() |
| Dokumentasi Internal |
Penulis: Fahmudianto S (Ketua Bidang TKK PK IMM Saintek)
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., tekankan pentingnya kaderisasi sebagai kunci menjaga arah dan keberlanjutan gerakan organisasi. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Resepsi Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-62 di Self Access Center (SAC) UIN Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kaderisasi bukan
sekadar proses formal, melainkan fondasi utama dalam memastikan IMM dan
Muhammadiyah tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
“Muhammadiyah adalah organisasi kader untuk menjaga
kesinambungannya. Agar Muhammadiyah tetap hidup, maka harus ada kaderisasi yang
berkelanjutan, dan kader tersebut dapat dibentuk melalui IMM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur
dari status akademik atau keanggotaan semata, tetapi dari sejauh mana kader
mampu berkontribusi nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai organisasi di
berbagai lini.
Menurutnya, kaderisasi yang kuat akan melahirkan kader yang
tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga memiliki peran strategis dalam
menggerakkan organisasi dan masyarakat.
Selain itu, Prof. Ma’mun juga menyinggung adanya krisis arah
gerakan mahasiswa saat ini yang dinilai semakin pragmatis akibat pengaruh
politik berbiaya tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat gerakan
kehilangan substansi dibandingkan dengan era sebelumnya yang lebih ideologis.
Ia menilai, penguatan kaderisasi menjadi solusi utama untuk
mengembalikan arah gerakan agar tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh kader IMM untuk
memperkuat visi kolektif serta menghindari sikap egoisme yang dapat melemahkan
organisasi.
Ia berharap, melalui kaderisasi yang terstruktur dan
berkelanjutan, IMM mampu menjaga integritas gerakan serta melahirkan
kader-kader yang berkontribusi nyata bagi Muhammadiyah dan bangsa.
