Red Maroon Band Tampil Perdana di Milad IMM ke-62, Wadah Baru Kader Berkarya di Musik
![]() |
| Dokumentasi Internal |
Penulis: Ahmad Muharrik Albirra ( Ketua Bidang RPK PK IMM Leviathan)
Red Maroon Band, kelompok musik yang digagas kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Sunan Ampel Surabaya, mencatatkan penampilan perdananya dalam Resepsi Milad IMM ke-62, Sabtu (25/4/2026). Kehadiran band ini menjadi warna baru dalam dinamika gerakan kader, khususnya di bidang seni dan kreativitas.
Band tersebut diinisiasi oleh kader IMM yang melihat tingginya minat dan potensi bermusik di kalangan anggota. Inisiator Red Maroon Band, Salva Bening M., yang juga menjabat Sekretaris Bidang Seni, Olahraga, dan Budaya (Senora) Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UINSA, menyebut ide pembentukan band lahir dari keresahan sekaligus peluang.
“Awalnya aku melihat banyak teman-teman kader yang antusias di musik. Dari situ muncul inisiatif untuk menghimpun mereka dalam satu grup supaya bisa belajar dan berkembang bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, formasi awal band ini diisi oleh kader angkatan 2024 yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dalam jangka panjang. Selain sebagai ruang ekspresi, Red Maroon Band juga diharapkan menjadi media kontribusi kader di luar ranah formal organisasi.
Menurut Salva, target awal pembentukan band ini sebenarnya sederhana, yakni mampu terbentuk dan tampil di beberapa kesempatan. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul optimisme untuk mengembangkan band ini ke arah yang lebih serius.
“Awalnya cukup bisa terbentuk dan tampil saja sudah cukup. Tapi melihat semangat teman-teman, perlahan muncul motivasi untuk membawa ini ke arah yang lebih besar,” katanya.
Meski belum secara formal menjadi Lembaga Semi Otonom (LSO), kehadiran Red Maroon Band membuka peluang baru bagi IMM dalam menghimpun kader berbasis minat dan bakat, khususnya di bidang musik.
Penampilan perdana mereka di panggung Milad IMM ke-62 pun mendapat respons positif dari kader yang hadir. Selain menghibur, kehadiran band ini juga dinilai mampu memperkuat sisi kultural dalam gerakan IMM.
Ke depan, Salva berharap Red Maroon Band tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus berlanjut dan menjadi wadah berkelanjutan bagi kader di setiap angkatan.
“Harapannya, band ini bisa terus ada di tiap angkatan dan menjadi tempat bagi teman-teman yang punya minat dan bakat di musik untuk berkembang, serta bisa memberi kontribusi, baik untuk IMM maupun masyarakat luas,” pungkasnya.
Bagi yang ingin melihat aktivitas mereka, Red Maroon Band dapat diikuti melalui akun Instagram @redmaroonband.
