Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PK IMM Ibnu Rusyd Gelar Sekolah Alam, Dorong Kader dan Santri Belajar dari Lingkungan

Dokumentasi Internal

Penulis: Alya Aisyah Rahma (Kader PK IMM Ibnu Rusyd)


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat Ibnu Rusyd UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar kegiatan Sekolah Alam sebagai bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca Darul Arqam Dasar (DAD), Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Serpis Kebun Kita ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari santri TPQ Masjid Fastabiqul Khoirot serta peserta Ruang Bimbingan Belajar (RBB), dengan pendampingan dari pengelola lokasi.

Ketua pelaksana dalam sambutannya menyampaikan filosofi kaderisasi IMM melalui pendekatan alam. Ia mengibaratkan kader sebagai “tanaman” yang perlu dirawat dan dikembangkan agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat.

“Kader IMM adalah tanaman yang harus ditanam, dirawat, dan dikembangkan agar mampu memberi kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Serpis Kebun Kita, Hidayat, memperkenalkan konsep ruang belajar berbasis lingkungan yang diusung pihaknya. Ia menyebut Serpis sebagai “taman teman” yang menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan alam.

Dalam pemaparannya, peserta diajak mengenal berbagai aktivitas sederhana seperti menanam sayur dan memberi makan ikan sebagai bentuk pembelajaran langsung.

Hidayat juga menjelaskan potensi lokal Kelurahan Jemur Wonosari, salah satunya budidaya melon yang terus dikembangkan oleh masyarakat. Ia menyebut, terdapat lima kelompok tani aktif yang menjadi penggerak pengelolaan potensi tersebut.

“Pengembangan kawasan ini dimulai sejak 2017, dan pada 2022 berhasil meraih juara dua dalam sebuah ajang,” jelasnya.

Ke depan, Serpis Kebun Kita direncanakan akan dikembangkan menjadi edufarm sebagai pusat edukasi berbasis lingkungan dengan berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari peternakan hingga pertanian.

Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian.

“Kehadiran mahasiswa harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai aktivitas yang melibatkan peserta secara langsung. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih kontekstual.

Melalui kegiatan ini, IMM Ibnu Rusyd berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat peran kader dalam pengabdian kepada masyarakat. 

Editor: Ahmad Muharrik Albirra

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA