Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kecewa Kedekatan Pimpinan Cabang Dengan Aparat Ditengah Represifitas, Leviathan Sebut Idealisme Gerakan Dijual

Dokumentasi Internal

Penulis: Amizy Nova Airul Ayunda Kurniawan (Ketua Bidang Kader PK IMM Leviathan)


IMMUINSA(08/07) - Komisariat Leviathan secara resmi menyatakan pernyataan sikap dan menolak untuk hadir di rapat Turun ke Bawah (Turba) Pimpinan Cabang IMM Kota Surabaya. Langkah ini diungkapkan sebagai bentuk kekecewaan yang dilontarkan perihal kedekatan PC IMM dengan aparat kepolisian di tengah hiruk-pikuk kondisi tata negara hari ini. Kebijakan PC IMM hari ini dinilai telah melenceng dari khittah perjuangan Ikatan.

Sikap abai PC IMM terhadap realita akar rumput dirasa menjadi pemantik utama. Leviathan menilai bahwa romantisme yang dibangun oleh PC IMM dengan aparat kepolisian ketika turut memeriahkan HUT Bhayangkara tempo lalu tidak pas. Lantaran di tengah represivitas aparat, dwi-fungsi Polri, hingga beberapa kader yang menjadi korban represif aparat ketika aksi demonstrasi yang seharusnya masih basah dalam ingatan, PC IMM justru meromantisasi kedekatan tersebut.

Kondisi tersebut memicu mosi tidak percaya kepada kebijakan PC IMM di tingkat komisariat. Leviathan menilai langkah kebijakan ini tidak bisa diartikan sebagai kompromi, melainkan menggadaikan marwah organisasi.

Ketua Plt. PK IMM Leviathan, Aqila Hajara Fillah, menegaskan, "Kami sangat menyayangkan langkah yang diambil oleh Pimpinan Cabang. Hal tersebut mencederai idealisme gerakan kita hari ini."

Kekecewaan ini terasa jauh lebih menyakitkan bagi kader akar rumput yang selama ini berjuang mati-matian di lapangan untuk menepis stigma negatif bahwa organisasi ini telah dilucuti daya kritisnya dan hanya bisa patuh buta pada elite penguasa.

Plt. Ketua Umum PK IMM Leviathan, Aqila Hajara Fillah, menegaskan, "Kami yang berada di tingkat akar rumput selama ini berupaya membuktikan bahwa IMM tetap menjadi organisasi yang kritis dan berpihak kepada rakyat. Namun, sikap Pimpinan Cabang justru mencederai ikhtiar tersebut dan melukai kepercayaan kader terhadap arah gerakan organisasi."

Upaya keras untuk mengembalikan citra gerakan yang merdeka dan berpihak pada rakyat seketika terasa dikhianati dan sia-sia akibat sikap mesra Pimpinan Cabang dengan pihak kepolisian. Langkah kompromis Pimpinan Cabang ini juga menampar keras komitmen kolektif yang baru saja dibangun bersama eksternal. Masih basah dalam ingatan bagaimana kader di tingkat bawah belum lama ini menggelar konsolidasi intim bersama IMM se-Surabaya, menyatukan suara untuk melawan dwi-fungsi kepolisian dan segala bentuk represivitasnya di ruang publik. Agenda mesra Pimpinan Cabang dengan aparat seketika meruntuhkan komitmen bersama tersebut, memosisikan momentum konsolidasi antarkomisariat itu seolah menjadi sebuah kepalsuan dan pengkhianatan nyata terhadap aliansi gerakan yang sedang dirajut di Kota Pahlawan.

Sebagai bentuk kekecewaan dan penegasan yang tidak bisa ditawar, PK IMM Leviathan memilih untuk mengosongkan kursi rapat Turba yang diadakan Cabang. Bagi mereka, Turba kehilangan esensinya ketika Cabang lebih memilih bermesraan dengan aparat kepolisian ketimbang berdiri bersama barisan akar rumput.

Editor: Ahmad Muharrik Albirra

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA