Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lebih dari Sekadar Administratif: Menggali Makna Profesionalisme di Balik Layar PT Salamadina

 
Dokumentasi: Tim PT Salam Mandiri Sejahtera sedang melakukan pendampingan operasional keberangkatan jemaah di Bandara Juanda.

Penulis: Mochammad Safic Ardiansah (Kader PK IMM Avampace)


JOMBANG — Memasuki minggu ketiga program magang di PT Salam Mandiri Sejahtera, para peserta magang mulai merasakan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya. Setelah melewati pekan pertama dan kedua yang penuh dengan pengenalan operasional teknis, seperti penyisipan visa hingga pengaturan koper jemaah, kini mereka menghadapi tantangan baru dalam beradaptasi dengan ritme perusahaan yang serba cepat.

Kegiatan rutin seperti mengelola data manifes, menyusun itinerary, hingga pemrosesan dokumen di spreadsheet bukan lagi sekadar tugas administratif. Mereka mulai memahami bahwa ketelitian dalam setiap baris data adalah kunci keberhasilan keberangkatan jemaah. Namun, di balik rutinitas tersebut, muncul kesadaran kritis mengenai pentingnya manajemen waktu dan pola komunikasi di lingkungan kerja yang sibuk.

"Saya menyadari bahwa di dunia kerja, para profesional sering kali sangat sibuk dengan tanggung jawab masing-masing. Tantangan bagi kami sebagai anak magang bukan sekadar menunggu instruksi, melainkan bagaimana berinisiatif untuk belajar dari proses yang berjalan di sekitar kami," ujar Safic.

Bagi mereka, pengalaman ini memberikan perspektif baru bahwa dunia profesional tidak selalu menyediakan ruang mentoring yang terstruktur. Sering kali, pembelajaran justru datang dari kemampuan untuk mengamati alur kerja, menawarkan bantuan, dan proaktif dalam menggali informasi di tengah kesibukan para karyawan. Pengalaman di minggu ketiga ini pun memperkaya pemahaman bahwa magang bukan hanya tentang menyelesaikan tugas yang diberikan, tetapi tentang bagaimana membangun sikap profesional. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan waktu pimpinan dan staf dalam memberikan pendampingan formal, para peserta magang ini tetap berkomitmen untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin.

Pengalaman administratif yang mereka tekuni selama berminggu-minggu akhirnya menemukan wujud nyatanya saat mereka terjun langsung dalam handling keberangkatan di Bandara Juanda. Di sini, ketelitian dalam menyusun itinerary dan manifes bertransformasi menjadi tanggung jawab langsung untuk memastikan kenyamanan jemaah selama menempuh perjalanan ibadah. Melampaui rutinitas input data di kantor, kesempatan untuk mendampingi keberangkatan jemaah di Bandara Juanda menjadi ujian sesungguhnya bagi mereka.

Menurut Alya, hal terpenting saat melakukan handling keberangkatan adalah memastikan jemaah merasa tenang. "Yang paling utama saat handling kemarin adalah bagaimana jemaah ini merasa tenang dan terbantu, karena banyak yang baru pertama kali melaksanakan umrah, dan juga sudah lanjut usia," katanya.

Mereka berharap sisa waktu magang ini tidak hanya diisi dengan penyelesaian tugas teknis, tetapi juga menjadi ajang untuk memahami lebih dalam strategi bisnis dan manajemen pelayanan perjalanan religi yang sesungguhnya. Berupaya mengambil peran lebih aktif dalam operasional perusahaan, mencari tahu sendiri (self-learning), berinisiatif di tengah kesibukan orang lain, serta melihat gambaran besar dari tugas-tugas kecil merupakan soft skill yang sangat berharga. Program ini telah menjadi ruang refleksi yang berharga untuk mematangkan kesiapan diri mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional pascakampus nanti.

Editor: Fariz Zakariya Fauzan

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA