Turba IMM Surabaya: Pasca Penjelasan Ketua Cabang Soal HUT Bhayangkara, Korkom UINSA Beri Catatan Kritis
| Dokumentasi:Internal |
Penulis: Muhammad Alwy Zakariya (Ketua Bidang HPKP Komisariat Ushhuludin dan Filsafat)
Agenda Turun ke Bawah (Turba) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surabaya diwarnai kritik dari kader tingkat bawah. Selaku
tuan rumah, Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UIN Sunan Ampel (UINSA)
Surabaya menyayangkan kehadiran Ketua Umum PC IMM Surabaya dalam acara
seremonial Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara baru ini.
Kritik tersebut disampaikan langsung di tengah forum Turba yang
berlangsung hari Rabu (8/7/2026). Korkom IMM UINSA menilai langkah yang diambil
oleh pimpinan cabang kurang peka terhadap kondisi riil di tingkat akar rumput
dan masyarakat luas. Dalam forum tersebut, Pimpinan Cabang IMM Surabaya memberikan klarifikasi
dan penjelasan komprehensif mengenai kehadiran Ketua Umum PC IMM Surabaya dalam
acara tersebut.
Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya, M. Alwi Shihab menegaskan bahwa
dirinya hadir disana semata-mata memenuhi undangan HUT Bhayangkara kepada
Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus, dan tidak ada transaksi apapun disana, bahkan
ia menegaskan bahwa saat itu ada forum lanjutan dan diskusi antara kepolisian
dengan aliansi BEM dan aliansi Cipayung Plus namun ia meninggalkan forum
tersebut demi menjaga Marwah dan integritas IMM. Ia pun menjamin bahwa gerakan
IMM kedepan akan tetap independen dan tetap berada dalam koridor perjuangan.
Mendengar pemaparan tersebut, Koordinator Komisariat (Korkom) IMM
UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya selaku tuan rumah memberikan tanggapan atas
penjelasan tersebut. “Saya kira dengan apa disampaikan dengan Tum Alwi perihal
pernyataan terkait kehadiran PC IMM SURABAYA di Peringatan HUT Bhayangkara
tersebut itu menunjukkan ketidak konsisten nya IMM Surabaya dalam mengawal
gerakan kerakyatan, karena kita semua tau ditengah kondisi carut marutnya
negara, penolakan UU Polri yang baru, dan masih banyak kawan-kawan yang masih
ditahan karena masih berstatus tahanan politik” Ujar Nirzam Fahruh Irgy A
(Ketua Korkom IMM UINSA)
Menurutnya, langkah menghadiri acara seremonial tersebut dapat
mengaburkan independensi gerakan mahasiswa dan melukai psikologis kader di
tingkat bawah yang sering kali berhadapan langsung dengan represifitas aparat
di lapangan. Stigma bahwa gerakan mahasiswa telah berkompromi atau
"dijinakkan" menjadi kekhawatiran terbesar yang dapat menurunkan
kepercayaan publik.
Kendati demikian, Korkom UINSA menuntut pertanggung jawaban atas
hal tersebut. “IMM UINSA Mendesak agar kemudian PC IMM Kota Surabaya segera
melakukan klarifikasi (di media sosial) atas apa yang telah dilakukannya, motif
dan tujuan menghadiri acara tersebut, dan maksud daripada klarifikasi ini, agar
kemudian nama IMM kembali suci dan bersih dari desas-desus gerakan mahasewa
saat ini. segerakan klarifikasi agar kemudian kader akar rumput kembali percaya
kepada Pimpinan Cabang, dan juga masyarakat sipil kembali memiliki kepercayaan
kepada gerakan IMM”. Ujar Wahyu Fafa (Kabid HPKP Korkom IMM UINSA)
Editor: Fariz Zakariya Fauzan