Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musykom Usai, Perjalanan Kapal Dimulai

 
Dokumentasi: Internal PK Ibnu Rusyd


Penulis: Alya Aisyah Rahma, Muhammad Rizky Akbar (Kader PK IMM Ibnu Rusyd)


IMM UINSA- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu Rusyd UIN Sunan Ampel Surabaya menggelar Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) XXXIV pada Jumat–Sabtu, 5–6 September 2026, bertempat di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema "Memperkuat Ghirah Berikatan, Melahirkan Perubahan".

Hal ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader PK IMM Ibnu Rusyd untuk melakukan evaluasi, refleksi, serta merumuskan arah gerak organisasi untuk periode berikutnya. Forum ini juga menjadi ruang musyawarah bagi kader untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan harapan demi keberlanjutan gerakan komisariat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Immawati Tiara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa MUSYKOM bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dan membangun komitmen bersama.

"Harapannya, MUSYKOM XXXIV ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi kita semua untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih perlu diperbaiki," ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Umum PK IMM Ibnu Rusyd, Immawan Hariz Mubarak, turut menyampaikan sambutan sekaligus refleksi atas perjalanan kepengurusan selama satu periode. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat ber-IMM di tengah berbagai dinamika yang dihadapi organisasi.

Menurutnya, ghirah dalam berikatan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui keaktifan dalam kegiatan, tetapi juga melalui kesediaan kader untuk terus belajar, berproses, dan mengambil peran dalam menghadirkan perubahan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Immawan Thariq, perwakilan Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MUSYKOM XXXIV dan mengingatkan pentingnya membangun komisariat yang mampu menjadi ruang tumbuh bagi kader.

"Setiap proses dalam organisasi tentu memiliki tantangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan setiap proses tersebut sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk membangun gerakan yang lebih baik ke depannya," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Pimpinan Cabang IMM Surabaya, Syaifullah Akbar, turut memberikan pesan kepada seluruh kader agar menjadikan MUSYKOM sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan arah perjuangan organisasi.

Tema "Memperkuat Ghirah Berikatan, Melahirkan Perubahan" menjadi refleksi bahwa semangat ber-IMM perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Ghirah tidak berhenti pada rasa memiliki terhadap organisasi, tetapi harus mampu mendorong kader untuk berpikir kritis, berkontribusi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Dalam rangkaian MUSYKOM XXXIV, peserta membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi dan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2025–2026, pembahasan arah gerak dan tata bangun organisasi serta mekanisme kerja, rekomendasi umum, hingga proses pemilihan formatur.

Melalui forum tersebut, PK IMM Ibnu Rusyd diharapkan mampu melahirkan arah gerak yang lebih relevan dengan kebutuhan kader dan tantangan zaman. Musyawarah juga menjadi langkah awal untuk membangun kepengurusan yang tidak hanya mampu menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki visi gerakan yang jelas.

MUSYKOM XXXIV akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum pergantian kepemimpinan. Ia menjadi ruang untuk kembali meneguhkan alasan mengapa kader memilih untuk berproses di dalam ikatan, sekaligus merawat semangat untuk terus melahirkan perubahan.

Memperkuat ghirah dalam berikatan, meneguhkan langkah perjuangan, dan bersama-sama melahirkan perubahan.


Editor: Fariz Zakariya Fauzan

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA