Mukayat Al Amin Tekankan Roadmap Perkaderan di Pelantikan IMM UINSA
![]() |
| Dokumentasi Pribadi: Koorkom IMM UINSA (01/11/2026) |
Penulis: Mohammad Jimmy Sinatria (Sekretaris Bidang RPK PK IMM Leviathan)
IMM UINSA (2/11/2026)- Forum Keluarga Alumni (FOKAL) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menyiapkan dua program strategis untuk meningkatkan kualitas kader, yakni akses beasiswa pascasarjana dan penyelenggaraan kursus bahasa Inggris gratis.
Hal itu disampaikan Ketua FOKAL IMM UINSA, Mukayat Al Amin dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Komisariat dan Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM UINSA periode 2026–2027 di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya Ahad (1/11/2026).
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya kader melalui penguatan Trikompetensi Dasar IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Dalam penyusunannya, FOKAL bersama jajaran pimpinan IMM UINSA memprioritaskan peningkatan kapasitas akademik kader, khususnya di bidang hukum dan sosial-politik.
"Kami di FOKAL sudah berdiskusi dengan Ayahanda Abduh. Roadmap kita dalam lima tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas sumber daya kader, khususnya di bidang hukum dan sosial-politik," jelas Mukayat.
Salah satu program yang disiapkan adalah fasilitasi pencarian beasiswa jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) bagi kader yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) dan ingin mengembangkan diri melalui jalur intelektual.
Untuk mendukung persiapan studi, khususnya ke luar negeri, FOKAL juga berencana menyediakan kursus bahasa Inggris gratis bagi kader sebagai bekal menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL dan IELTS.
Mukayat menjelaskan, pelaksanaan program tersebut akan dievaluasi setiap tahun. Evaluasi dilakukan untuk memantau perkembangan kemampuan bahasa kader sekaligus mengidentifikasi peluang beasiswa yang sesuai dengan tujuan studi masing-masing.
"Kalau ini bisa terlaksana, di akhir tahun kita evaluasi. Programnya mulai 1 Januari sampai Desember. Di Desember kita lihat siapa yang skor TOEFL-nya sekian dan mau mengambil beasiswa ke mana. Nanti kami carikan rekan alumni yang pernah kuliah dengan beasiswa di luar negeri untuk membimbing," tambahnya.
Rencana peningkatan kualitas kader tersebut juga berangkat dari evaluasi Mukayat terhadap proses pengaderan IMM UINSA selama satu dekade terakhir. Ia menilai, proses pengkaderan IMM UINSA belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
"IMM UINSA ini saya lihat selama satu dekade terakhir itu stagnan dalam proses pengkaderan," pungkasnya.
Editor: Nasywa Athirah Nathania Zahra
