Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Resmi Deklarasikan Komisariat Baru, Tanza Tekankan Konsistensi dan Kualitas Kader

Dokumentasi Pribadi: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi (01/11/2026)

Penulis: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi (Ketua Bidang RPK PK IMM FPK)


IMM UINSA (2/11/2026)- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya resmi mendeklarasikan pemekaran komisariat dalam rangkaian acara Pelantikan IMM UINSA Periode 2026/2027 yang diselenggarakan pada Ahad, (01/11/2026) bertempat di Gedung Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur, Surabaya. 

Agenda deklarasi sekaligus launching komisariat tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan IMM UINSA Periode 2026/2027. Melalui deklarasi ini, IMM Komisariat Psikologi dan Kesehatan resmi diperkenalkan sebagai komisariat yang akan menjalankan roda organisasi secara mandiri di lingkungan fakultas.

Ketua Umum Komisariat Psikologi dan Kesehatan, Sultan Zaki Aryadika, menyampaikan bahwa proses pemekaran telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Sebelum mencapai kesepakatan, terdapat perbedaan pandangan dan sejumlah faktor yang menyebabkan pemekaran tidak dapat langsung disepakati.

Proses tersebut kemudian dilanjutkan melalui diskusi, konsolidasi, dan berbagai pertimbangan hingga tercapai kesepahaman bahwa kemandirian komisariat diperlukan untuk perkembangan kader dan organisasi ke depan.

“Berdirinya komisariat secara mandiri memberikan kesempatan untuk lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan kader fakultas, khususnya dalam bidang kaderisasi dan pengembangan intelektual. Upaya pemekaran memperluas ruang perjuangan agar gerakan organisasi lebih relevan dan berdampak,” ucapnya.

Dalam menjalankan kepengurusan selama satu periode ke depan, ketua umum yang akrab disapa Tanza tersebut menyampaikan visi untuk menjadikan IMM sebagai rumah bagi kader dalam berproses bersama. Komisariat diharapkan menjadi tempat bagi kader untuk berkeluh kesah, berbagi kebahagiaan, bertumbuh, dan mengembangkan diri.

“Terkait program kerja, prioritas utama diarahkan pada pembangunan fondasi internal yang kuat, dengan menciptakan hubungan yang harmonis antara jajaran pengurus dan kader. Kondisi internal yang solid, saling membutuhkan, dan progresif dinilai menjadi hal yang perlu dibangun sebelum komisariat melangkah lebih jauh,” tambahnya.

Identitas komisariat, menurutnya, perlu dibangun melalui karakter kader yang intelektual, matang secara spiritual, peka terhadap persoalan sosial, dan teguh pada prinsip. Namun, tantangan terbesar setelah pendirian komisariat adalah menjaga keistiqamahan, solidaritas, dan konsistensi kader dalam menjalankan organisasi.

Menanggapi deklarasi tersebut, Tanza berharap kader tidak berhenti pada kebanggaan karena telah memiliki komisariat sendiri. Sebaliknya, kemandirian komisariat harus dibuktikan melalui kualitas kader, ketajaman pemikiran, serta keberanian mengambil peran dalam menjawab persoalan di lingkungan sekitar.

“Sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang berani mendeklarasikan perubahan, tetapi oleh mereka yang konsisten memperjuangkannya,” pungkasnya.


Editor: Nasywa Athirah Nathania Zahra

Redaksi IMM UINSA
Redaksi IMM UINSA Tim Redaksi RPK KOORKOM IMM UINSA